Postingan

Al--Fihrist sebagai Peta Epistemologi Islam: Rekonstruksi Struktur Pengetahuan dalam Bibliografi Ibn al-Nadīm

Cak Yo I.Pengantar: Kita Mempunyai Warisan yang Besar, Tetapi Mengapa Kita Begitu Sedikit Mengenalnya? Ada alasan yang sangat sederhana untuk memulai pembicaraan tentang Kitāb al-Fihrist: kita, umat Islam, semestinya bangga kepada khazanah intelektual yang pernah kita bangun. Bukan bangga dalam arti merasa paling unggul lalu berhenti bekerja, melainkan bangga dalam arti mengetahui bahwa sejarah umat ini pernah melahirkan tradisi ilmu yang demikian luas, tekun, terbuka, dan produktif. Ketika kita membaca kembali karya-karya bibliografis Muslim klasik, kita berhadapan dengan dunia intelektual yang hampir sukar dibayangkan ukurannya. Ada ribuan nama pengarang, ribuan judul kitab, berbagai cabang ilmu, beragam bahasa dan tradisi intelektual, serta jaringan transmisi yang menghubungkan Baghdad, Basrah, Kufah, Damaskus, Rayy, Naisabur, Kairo, Andalusia dan wilayah-wilayah lain. Kitāb al-Fihrist karya Ibn al-Nadīm sendiri sudah merupakan kesaksian tentang keluasan itu. Ia menyebut dirinya seb...