Chomsky:Membaca Dunia dari Tepi Bahasa
Prolog: Buku yang Menunggu untuk Dibuka Kembali Hari Ahad kemarin saya bersama istri dan anak-anak yang sedang menikmati masa liburan sekolah pergi ke sebuah pusat perbelanjaan. Tidak ada agenda khusus selain berjalan-jalan, melihat-lihat, dan memberi sedikit hiburan kepada anak-anak. Di salah satu sudut mal, kebetulan sedang berlangsung pameran buku Gramedia. Seperti biasa, kerumunan pengunjung mengelilingi rak-rak yang dipenuhi buku dengan potongan harga yang menggiurkan, sebagian bahkan mencapai tujuh puluh persen. Saya ikut berkeliling tanpa niat membeli apa pun. Mungkin hanya ingin melihat buku-buku baru, sebagaimana orang berjalan-jalan di pasar tanpa selalu harus membawa pulang barang. Di antara tumpukan buku yang berderet itu, pandangan saya tiba-tiba tertumbuk pada sebuah buku impor berjudul The Essential Chomsky. Cetakannya tampak lebih baru daripada versi yang saya miliki, dengan sampul yang lebih menarik dan kertas yang lebih baik. Harganya lebih dari dua ratus ribu rupiah,...