Labirin Kebenaran: Pengetahuan, Kesalehan, dan Kekuasaan dalam The Name of the Rose karya Umberto Eco
Prolog: Membaca Labirin, Membaca Diri Jam makan siang di Bandung selalu punya cara tersendiri untuk menghadirkan ketenangan. Di sela kesibukan dan hiruk-pikuk kota, sambil minum kopi saya kembali membuka catatan tentang The Name of the Rose karya Umberto Eco. Setelah beberapa hari menulis secara bertahap—di rumah dan di berbagai kesempatan luang termasuk dalam perjalanan menuju Bandung—akhirnya tulisan ini hampir mencapai garis akhir. Kini yang tersisa hanyalah bagian penutup dan bibliografi. Perjalanan menyusun tulisan ini ternyata lebih panjang dari yang semula saya bayangkan. Setiap halaman novel membuka ruang untuk refleksi baru tentang pengetahuan, kekuasaan, iman, dan pencarian kebenaran. Sedikit demi sedikit, paragraf demi paragraf disusun hingga membentuk sebuah ulasan yang cukup panjang. Pada siang yang hangat ini, sambil menikmati suasana hotel di kota Bandung, saya menuntaskan bagian-bagian terakhir dengan rasa syukur. Apa yang bermula sebagai catatan sederhana kini telah be...