Menyingkap Wajah Kebenaran di Balik Teks: Membaca Naqd al-Ḥaqīqah Karya ʿAlī Ḥarb sebagai Kritik atas Kepastian Modern
Cak Yo I. Pengantar: Dari Riuh Dekonstruksi ke Kritik Kebenaran Ada suatu masa, kira-kira sepanjang dasawarsa 1990-an hingga awal 2000-an, ketika dunia pemikiran Islam di kalangan anak muda Muslim Indonesia terasa seperti sebuah kota yang baru saja dibuka pintu-pintunya setelah lama berada dalam kesunyian. Kampus-kampus tidak sekadar menjadi tempat kuliah, ujian, dan mengejar ijazah; ia menjadi ruang perjumpaan gagasan. Masjid tidak hanya menjadi tempat salat; ia berubah menjadi ruang pembacaan, perdebatan, bahkan pergulatan batin. Buku-buku yang dahulu terasa jauh, yang nama pengarangnya terdengar seperti datang dari kota-kota asing di Eropa, Kairo, Beirut, Paris, atau Rabat, tiba-tiba berpindah tangan di antara mahasiswa. Di lorong kampus, di kantin, di sekretariat organisasi, di ruang diskusi yang lampunya kadang redup, orang memperdebatkan modernitas, tradisi, teks, otoritas, wacana, dekonstruksi, hermeneutika, epistemologi, dan pertanyaan yang tampaknya sederhana tetapi ternyata t...