Postingan

MERAWAT JEJAK PEMIKIRAN: Catatan tentang Ikhtiar Menghimpun Tulisan-Tulisan yang Tersebar (2003–2026)

Cak Yo Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa tulisan-tulisan yang saya hasilkan selama lebih dari dua dekade akan tersebar di begitu banyak tempat. Sebagian diterbitkan dalam jurnal ilmiah nasional, prosiding seminar, dan buku bunga rampai. Sebagian lainnya hadir dalam bentuk artikel populer yang dipublikasikan melalui blog pribadi, laman komunitas keilmuan, media sosial, terutama Facebook, serta berbagai catatan yang masih tersimpan dalam arsip digital pribadi. Bahkan hingga hari ini masih terdapat ratusan email yang memuat naskah, draf artikel, terjemahan, catatan penelitian, maupun refleksi pemikiran yang belum sempat dihimpun kembali secara sistematis. Berangkat dari kenyataan tersebut, muncul keinginan yang telah lama tersimpan untuk mengumpulkan kembali tulisan-tulisan tersebut ke dalam satu seri buku yang dapat merekam perjalanan pemikiran saya sejak sekitar tahun 2003 hingga 2026. Keinginan ini bukan semata-mata untuk kepentingan publikasi, melainkan terlebih dahulu sebaga...

Menata Ulang Uṣūl al-Fiqh bagi Peradaban Islam Abad ke-21

  Cak Yo Beberapa waktu yang lalu, kolega saya, Dr. H. Royani, M.A., menyampaikan kabar yang menggembirakan bahwa naskah bukunya yang berjudul Uṣūl Fiqh: Rekonstruksi Epistemologi dan Metodologi Hukum Islam di Era Kontemporer telah mencapai tahap akhir penyelesaian dan siap memasuki proses penerbitan. Bagi sebagian orang, terbitnya sebuah buku mungkin merupakan peristiwa akademik yang biasa. Akan tetapi, bagi saya, kehadiran karya ilmiah yang berupaya mengkaji ulang fondasi-fondasi metodologis hukum Islam memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penambahan daftar publikasi. Ia merupakan penanda hidupnya tradisi intelektual, keberlanjutan budaya ilmu, dan kesediaan para sarjana Muslim untuk terus berdialog dengan warisan keilmuan yang telah dibangun selama berabad-abad. Dalam sejarah peradaban manusia, kemajuan tidak pernah lahir dari kekuatan ekonomi semata. Peradaban besar selalu ditopang oleh sistem pengetahuan yang mampu menjelaskan realitas, menghasilkan kebijaksan...