Postingan

Al-Risālah dan Arsitektur Nalar Hukum Islam: Dari Tradisi Klasik hingga Studi Kritis Modern

Gambar
Cak Yo Prolog: Pergulatan yang Tak Direncanakan dengan Tradisi Intelektual Islam Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup saya bahwa setelah dewasa saya akan bergumul dengan disiplin-disiplin ilmu Islam seperti ushul fikih, ilmu hadis, tafsir, sejarah intelektual Islam, filsafat hukum Islam, hingga hermeneutika teks keagamaan. Meskipun waktu kecil saya belajar Islam mulai dari mengaji Al-Qur’an, belajar beberapa kitab dasar pesantren, dan tradisi itu berlanjut sampai SMA, arah hidup saya waktu itu tidak pernah benar-benar tertuju pada dunia akademik keislaman. Saya menjalani semua itu sebagai bagian dari tradisi keluarga dan lingkungan sosial yang memang kental dengan tradisi pesantren. Kitab-kitab kecil seperti Safīnat al-Najāḥ, Taʿlīm al-Mutaʿallim, Jurūmiyyah, atau beberapa risalah dasar fikih dan akhlak saya pelajari sebagaimana lazimnya anak-anak pesantren kampung mempelajari Islam: sederhana, praktis, dan tanpa ambisi intelektual yang besar. Cita-cita saya waktu itu justru ...

Takbir, Kitab Tua, dan Jalan Pulang Ibn Sīnā: Catatan tentang Kitab al-Mabdaʾ wa al-Maʿād

Gambar
Cak Yo Malam takbiran itu tidak lagi seramai masa kecil saya. Tidak ada pawai obor yang bergerak seperti ular api di jalan-jalan kampung. Tidak ada anak-anak dan pemuda berkeliling kampung sambil menabuh beduk sambil bertakbir riang gembira.  Dunia telah berubah menjadi lebih terang sekaligus lebih dingin. Tetapi dari masjid dekat rumah, takbir tetap berkumandang. Beduk bertalu-talu. Anak-anak tetap berlari dengan kegembiraan yang tidak pernah benar-benar punah dari sejarah manusia. Saya duduk sendiri di sudut rumah membuka sebuah kitab tua berwarna kekuningan: al-Mabdaʾ wa al-Maʿād karya Ibn Sînâ. Kitab tentang permulaan dan tempat kembali. Tentang dari mana segala sesuatu berasal dan ke mana akhirnya pulang. Aneh memang. Di luar orang-orang sedang merayakan kurban—darah, daging, keluarga, takbir—tetapi dalam kesendirian di kepala saya seorang filsuf Persia abad ke-11 sedang membangun semesta dengan logika. Saya membayangkan manuskrip itu pernah disentuh tangan-tangan penyalin di ...