Postingan

IBN SĪNĀ DAN JALAN KESEMPURNAAN JIWA: Membaca Dimensi Esoteris, Cinta, Pengetahuan, dan Pendidikan dalam Filsafat Avicennian

Gambar
Oleh: Cak Yo  Prolog: Menziarahi Kembali Jejak Intelektual Ibn Sīnā Tulisan ini pada mulanya tidak lahir semata-mata dari keinginan untuk membicarakan Ibn Sīnā sebagai seorang filsuf besar dalam sejarah intelektual Islam. Ia berangkat dari perjalanan intelektual yang telah saya mulai sejak awal masa perkuliahan pada jenjang S1. Ketertarikan terhadap karya-karya ulama dan intelektual Muslim klasik perlahan membawa saya kepada Ibn Sīnā, bukan hanya karena keluasan pemikirannya dalam filsafat, kedokteran, logika, dan metafisika, tetapi juga karena kedalaman perhatian yang ia berikan kepada manusia, jiwa, pengetahuan, akhlak, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Bagi saya, membaca karya-karya Ibn Sīnā sejak awal kuliah bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan juga bagian dari upaya mengenal kembali khazanah intelektual Islam melalui karya-karya para ulama dan pemikir yang telah meletakkan fondasi penting bagi peradaban ilmu. Ketertarikan tersebut kemudian menemukan bentuk yang lebih s...

Menghidupkan Kembali Kehadiran Nabi: Sejarah, Cinta, dan Kesalehan dalam Buku And Muhammad Is His Messenger Karya Annemarie Schimmel

Gambar
  Pengantar: Momentum yang Mengingatkan pada Buku tentang Nabi Muhammad Saw. Setiap tanggal 12 Rabiʿ al-Awwal diperingati sebagai hari kelahiran Manusia Agung dari Arabia, Utusan Allah untuk seluruh umat manusia, Nabi Muhammad Saw. Untuk turut memperingatinya, biasanya saya menulis tentang Nabi akhir zaman ini. Kali ini saya teringat sebuah buku yang ketika dulu membacanya, teringat pula penulisnya, seorang ahli Islam dari Jerman. Saya juga terkenang sebuah ruangan yang penuh dan seorang perempuan Eropa yang telah lanjut usia berdiri di hadapan khalayak Muslim. Nama Muhammad saw. disebut bukan dengan nada dingin sebuah kuliah akademik, melainkan dengan penghormatan yang membuat jarak antara Timur dan Barat terasa sejenak runtuh. Saya masih mengingat ketika Annemarie Schimmel datang ke Indonesia dan menjadi narasumber di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Saya hadir pada acara itu. Waktu persisnya semula tidak saya ingat. Setelah saya menelusuri beberapa catatan, kun...