Postingan

Menyingkap Wajah Kebenaran di Balik Teks: Membaca Naqd al-Ḥaqīqah Karya ʿAlī Ḥarb sebagai Kritik atas Kepastian Modern

Gambar
Cak Yo I. Pengantar: Dari Riuh Dekonstruksi ke Kritik Kebenaran Ada suatu masa, kira-kira sepanjang dasawarsa 1990-an hingga awal 2000-an, ketika dunia pemikiran Islam di kalangan anak muda Muslim Indonesia terasa seperti sebuah kota yang baru saja dibuka pintu-pintunya setelah lama berada dalam kesunyian. Kampus-kampus tidak sekadar menjadi tempat kuliah, ujian, dan mengejar ijazah; ia menjadi ruang perjumpaan gagasan. Masjid tidak hanya menjadi tempat salat; ia berubah menjadi ruang pembacaan, perdebatan, bahkan pergulatan batin. Buku-buku yang dahulu terasa jauh, yang nama pengarangnya terdengar seperti datang dari kota-kota asing di Eropa, Kairo, Beirut, Paris, atau Rabat, tiba-tiba berpindah tangan di antara mahasiswa. Di lorong kampus, di kantin, di sekretariat organisasi, di ruang diskusi yang lampunya kadang redup, orang memperdebatkan modernitas, tradisi, teks, otoritas, wacana, dekonstruksi, hermeneutika, epistemologi, dan pertanyaan yang tampaknya sederhana tetapi ternyata t...

Mercusuar Pembaruan Islam: Membaca Tafsīr al-Manār melalui Disertasi Marco Brandl

Gambar
Cak Yo Prolog: Catatan tentang Tafsir yang Sempat Tertunda Perjalanan memenuhi undangan sebagai penguji/penyanggah dalam ujian promosi doktor di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga sangat mengasyikan sekaligus membanggakan, terutama bisa mengenalkan kampus tempat saya berkiprah, meskipun cukup menyita waktu terutama perjalanan menggunakan kereta yang memakan waktu kurang lebih dua puluh empat jam, pergi-pulang. Praktis selama dua hari penuh saya tidak memiliki kesempatan untuk menulis. Baru pagi ini saya dapat kembali membuka catatan-catatan yang sempat tertunda setelah seluruh rangkaian tugas akademik tersebut selesai. Beberapa hari sebelum berangkat ke Surabaya, saya sedang membaca secara intensif disertasi Marco Brandl berjudul Reading the Qur'an in Light of the Manār: Muḥammad ʿAbduh (d. 1905) and Muḥammad Rashīd Riḍā (d. 1935) Exegesis of Sūrah 5. Di sela-sela persiapan menuju Universitas Airlangga, saya juga membaca ringkasan disertasi doktor yang akan dipromosikan dal...