DI MANA POSISI KITA DI HADAPAN TUHAN? Mawāqiʿ al-Nujūm Ibn 'Arabī dan Transformasi Spiritual dari Islām menuju Iḥsān
Pengantar: Dari Langit ke Dalam Diri Kita sering membaca Surah al-Wāqi'ah. Ia hadir dalam kebiasaan ibadah banyak kaum Muslim: dibaca selepas salat, pada malam hari, atau pada saat seseorang mencari ketenangan di tengah kegelisahan hidup. Namun karena terlalu akrab, sering kali kita melewati beberapa ayatnya tanpa berhenti sejenak untuk merenungkan kedalaman maknanya. Padahal, di antara ayat-ayat itu terdapat sebuah ungkapan yang kelak menjadi judul salah satu karya penting Muḥyī al-Dīn Ibn 'Arabī, yaitu Mawāqiʿ al-Nujūm. Dalam Surah al-Wāqi'ah ayat 75–76 Allah berfirman: "Fa-lā uqsimu bi-mawāqi' al-nujūm. Wa-innahu la-qasamun law taʿlamūna 'aẓīm." Abdullah Yūsuf 'Alī menerjemahkan ayat tersebut: “And I do call to witness the positions of the stars,—And that is indeed a mighty adjuration if ye but knew.” (“Dan Aku benar-benar bersumpah demi posisi-posisi bintang; dan sungguh, itu adalah sumpah yang agung, sekiranya kamu mengetahui.”) ('Abdullah Yūs...